7 Jenis Kontraksi yang Dirasakan Seorang Ibu

sex education
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Jumat, 22 Desember 2017

Buat ibu hamil terutama ibu yang baru hamil anak pertama, kamu pasti pernah merasakan kontraksi. Kontraksi biasanya sering terjadi saat usia kehamilan diatas 16 minggu.

Kamu mungkin sering khawatir dan bertanya-tanya kenapa sih bisa kontraksi? Apakah kontraksi itu berbahaya? Apakah kontraksi bisa meningkatkan resiko bayi terlahir prematur? Ada banyak pertanyaan di pikiran kamu tentang proses kehamilan dan kontraksi.

Jadi, buat para ibu penting nih untuk tahu jenis-jenis kontraksi saat hamil.

Sebelum kamu tahu jenis-jenis kontraksi saat hamil, kamu harus tahu dulu kalau kontraksi itu terjadi pada rahim kamu.

Rahim adalah otot terbesar pada tubuh perempuan dimana rahim juga berkontraksi di luar masa kehamilan. Kamu bisa mengalami kontraksi pada rahim saat menstruasi.

Saat hamil, rahim kamu akan meregang dan mengecil untuk mendorong bayi ke saluran kelahiran. Kontraksi jarang terjadi saat usia kehamilan kamu di bawah 16 minggu untuk mengakomodasi dan melindungi bayi yang sedang tumbuh.

Saat memasuki usia 16 minggu kehamilan, khususnya menjelang proses persalinan, kontraksi kehamilan juga meningkat.

Baca juga : Mengenal Operasi Caesar

Ada 7 jenis kontraksi saat masa kehamilan loh healthy people, seperti :

Kontraksi Dini

Kontraksi dini biasanya terjadi saat trimester pertama kehamilan karena tubuh kamu baru beradaptasi dengan masa kehamilan.

Kalau kontraksi disertai dengan keluarnya darah, maka kamu harus segera konsultasi ke dokter untuk mencegah resiko keguguran dan kemungkinan kehamilan di luar rahim.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi jenis ini terjadi pada trimester kedua kehamilan, tapi lebih sering terjadi saat trimester ketiga. Kontraksi ini biasanya muncul saat kamu lapar, capek, atau stres.

Tetap tenang, segera istirahat, dan minum segelas air untuk mengurangi efek kontraksi.

Kontraksi Persalinan Dini

Kalau kamu udah istirahat dan minum segelas air, tapi efek kontraksi semakin kuat, teratur, dan semakin sering, maka kamu telah mengalami kontraksi dini yang kemungkinan besar masuk ke awal persalinan.

Baca juga : Mengetahui Tanda Kehamilan Tanpa Harus Tes

Kontraksi persalinan dini bisa terjadi selama beberapa jam hingga lebihd ari 1 hari. Efek kontraksi ini biasanya nyeri pada pinggang belakang.

Kontraksi Persalinan Aktif

Kontraksi jenis ini lebih sering terjadi saat mendekati proses persalinan, biasanya setiap 3 – 6 menit.

Kontraksi ini bisa menyebabkan rasa gak nyaman loh Healthy people, jadi kamu dianjurkan untuk mulai belajar mengatur nafas, melakukan meditasi, atau bahkan kompres dengan air hangat untuk mengurangi nyeri.

Kontraksi Transisi

Kontraksi ini bisa terjadi selama 90 detik, terasa nyeri, dan bahkan gak ada jeda antara kontraksi satu ke kontraksi lainnya. Hal ini bisa menyebabkan ibu sering gelisah, menggigil, dan merasa mual.

Kontraksi Saat Meneran

Kontraksi jenis ini bisa membantu ibu selama proses melahirkan.

Kontraksi Melahirkan Plasenta

Setelah bayi lahir, ibu tetap akan merasakan kontraksi ringan dari rahim untuk melepas plasenta dari tempat implantasinya dan mencegah pendarahan.

Jadi, penting banget nih buat ibu untuk mempersiapkan mental dan fisiknya selama masa kehamilan dan memasuki proses persalinan. Proses kehamilan dan persalinan adalah proses alami yang membutuhkan perjuangan seorang ibu. Udah selayaknya kita menyayangi ibu kita dengan sepenuh hati. Sudahkah Healthy People berterima kasih atas cinta dan pengorbanan ibu selama ini?

Selamat Hari Ibu.





 

Sumber : Health First Vol 24 Oktober – Desember 2013 hal 14-15

Kembali ke Atas