Antiperspirant Deodorant Berbahaya, Benarkah ?

lifestyle
Oleh Tim HaiDokter - Jumat, 28 April 2017

Aroma tubuh dan ketiak yang basah, tentunya menjadi salah satu hal yang diperhatikan sebagian besar orang. Gak pingin dong, tubuh kita bau gak sedap, atau baju di bagian ketiak terlihat basah alias bas-ket? Itu dia sebabnya, beberapa orang menggunakan deodorant anti keringat yang dijual di pasaran, atau biasa dikenal dengan Antiperspirant Deodorants
Ada yang bilang, kalau deodorant jenis ini bisa menyebabkan kanker payudara, karena diaplikasikan di dekat payudara dan mengandung beberapa bahan berbahaya,  benarkah? 

Sebelumnya, kita kenali dulu tentang Antiperspirant Deodorants. Beberapa Deodorant jenis ini, mengandung senyawa Alumunium chloride & Paraben sebagai bahan dasar aktif. Alumunium Chloride berfungsi untuk menutup sementara saluran keringat, sehingga keringat berhenti keluar. Semakin tinggi konsentrasi Alumunium chloride, semakin kuat pula Antiperspirant nya. Sedangkan Paraben, adalah bahan tambahan yang dapat meniru aktifitas hormon esterogen di dalam sel tubuh sehingga seringkali diduga dapat memicu berkembangnya sel kanker payudara. Ada laporan kalau paraben ditemukan pada tumor payudara, namun belum ada bukti nyata bahwa bahan ini menyebabkan kanker payudara. 

Lalu, apa ada hubungannya antara Antiperspirant Deodorant dan kanker payudara? 

Sebenarnya menurut penelitian yang dipublikasikan di tahun 2002 dan kemudian ditulis di cancer.gov, gak ada kenaikan resiko kanker payudara pada perempuan yang menggunakan Antiperspirant Deodorant. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan tidak adanya kenaikan resiko kanker payudara pada perempuan yang menggunakan pisau cukur untuk ketiak dan menggunakan Antiperspirant Deodorant 1 jam setelahnya. Kesimpulan ini diambil berdasarkan interview pada 813 perempuan yang memiliki kanker payudara dan 793 perempuan yang tidak ada riwayat kanker payudara. Berbagai penelitian lain juga mematahkan asumsi atau dugaan bahwa deodorant menyebabkan kanker, dan belum ada penelitian yang cukup memberikan bukti yang mendukung dugaan bahwa deodorant menimbulkan kanker. Paraben sendiri banyak berada diberbagai produk kosmetik, makanan, dan obat-obatan serta sudah jarang ada di produk deodorant.

Walaupun dugaan mengenai Antiperspirant Deodorant dapat menyebabkan kanker terdengar masuk akal, tapi masih menimbulkan banyak kontroversi karena tidak adanya penelitian yang mampu membuktikan dugaan tersebut dan bahkan mampu mematahkan dugaan bahwa deodorant menyebabkan kanker. Jadi, masih membutuhkan penelitian dan bukti lebih untuk membuktikan bahwa Antiperspirant Deodorant memiliki hubungan dengan kanker payudara dan sampai saat ini dapat dikatakan bahwa deodorant aman untuk kamu.

So, Healthy People, buat menghindari hal yang gak diinginkan, sebaiknya tetap bersihkan ketiak kamu sebelum tidur, supaya tidak ada bekas deodorant yang menempel. Lagi pula gak ada ruginya kok, ketiak kamu jadi bersih, dan kulit ketiak bisa bernafas tanpa tertutup bahan-bahan dari deodorant. Serta carilah deodorant yang tidak mengandung Alumunium dan Paraben.

 

Referensi: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths/antiperspirants-fact-sheet
http://www.huffingtonpost.com.au/2016/10/26/how-bad-is-deodorant-for-your-health-really/

Kembali ke Atas