Apakah Pria Bisa Menopause?

sex education
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Yusri Dinuth - Rabu, 24 Januari 2018

Beberapa pria mungkin merasakan beberapa gejala yang mirip dengan menopause seiring bertambahnya usia. Gejala yang pria alami misalnya bertambahnya berat badan, insomnia, gak bergairah lagi saat berhubungan seksual, perubahan mood, dan mudah depresi.

Tapi, apakah gejala tersebut bisa dikatakan sebagai gejala menopause? Apakah pria juga bisa mengalami menopause.

Beberapa peneliti kesehatan seperti dilansir everydayhealth.com berpendapat kalau gejala-gejala yang biasanya dialami pria yang menyerupai menopouse bisa dikatakan sebagai menopause pria atau biasa disebut andropause.

Sama seperti perempuan yang mengalami penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron saat mereka memasuki usia 40 tahun, pria juga mengalami penurunan hormon testosteron.

Menurut John Morley, MD, seorang ahli gizi di Saint Louis University School of Medicine St.Louis, Mo, seorang pria mulai mengalami penurunan kadar testosteron pada usia 30 tahun.

Pada usia 40 – 50 tahun, pria juga mulai kekurangan testosteron sekitar 3% dan kekurangan sekitar 50% hormon testosteron pada usia 70 tahun.

Baca juga : 4 Manfaat Berhubungan Seksual

Tapi, gak semua pria mengalami gejala menopouse, hanya sebagian pria saja. Saat perempuan mengalami menopouse, mereka udah gak bisa hamil lagi. Berbeda dengan perempuan, pria masih memasuki masa subur selama dan setelah masa menopouse.

Gejala menopouse perempuan dan pria pun mirip seperti mulai gak bergairah saat berhubungan seksual, perubahan mood yang tiba-tiba, dan susah tidur. Selain itu, menopouse pria juga bisa menyebabkan penyakit osteoporosis dan mudah capek.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Jounal of Advanced Pharmaceutical Technology and Research, menopouse pria bisa berhubungan dengan penyakit yang mereka derita seperti diabetes, oesitas, dan tekanan darah tinggi.

Kamu bisa konsultasi ke dokter mulai sekarang kalau kamu mulai merasakan beberapa gejala seperti disfungsi seksual, kurang bergairah saat berhubungan seksual, dan mudah capek. Kamu gak perlu menunggu sampai usia 30 tahun karena konsultasi lebih awal bisa mengurangi resiko efek buruk lainnya.

Kamu biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh kamu lagi. Ada beberapa jenis suplemen yang terbuat dari bahan-bahan herbal atau bahan kimia. Kamu tetap harus konsultasi ke dokter untuk tahu suplemen mana yang bisa kamu konsumsi.

Baca juga : Benarkah Perempuan Banyak Bulu Punya Nafsu Besar?

 

 

 

 

 

Sumber : www.everydayhealth.com

Kembali ke Atas