Autoimun (Penyakit 1000 Wajah) dan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS)

event highlight
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Rabu, 19 Juli 2017

Pernah gak sih Healthy People mengalami gejala nyeri sendi, demam naik turun yang berkepanjangan, rambut rontok, sariawan, asma, dan mudah lelah? Apakah gejala-gejala tersebut sering kamu abaikan? Hati-hati, bisa jadi itu adalah gejala penyakit autoimun dimana tingkat resiko kematiannya sama dengan penyakit kanker. Mengapa Healthy People harus mengetahui tentang penyakit autoimun? Lalu bagaimana kamu bisa terserang penyakit autoimun?

Untuk memberikan informasi tentang penyakit Autoimun yang masih banyak belum diketahui oleh Healthy People, Marisza Cardoba Foundation (MCF) memprakarsai sebuah acara yang bertajuk Penyakit Autoimun, Penyakit Perempuan dan Anak sekaligus meluncurkan buku Autoimmune The True Story.

Pada dasarnya, penyakit autoimun menyerang sistem kekebalan tubuh kamu karena antibodi dalam tubuhmu gak bisa lagi membedakan antara “kawan dan lawan”. Penyebab penyakit ini belum bisa dipastikan namun biasanya faktor lingkungan dan gaya hidup. Studi epidemiologi di dunia telah mencatat bahwa terdapat sekitar lebih dari 100 jenis penyakit autoimun di dunia dan salah satunya adalah Lupus. Gejala penyakit autoimun sulit untuk didiagonsa sehingga sering dijuluki “penyakit 1000 wajah. Untuk memastikan apakah kamu terserang penyakit autoimun atau gak, kamu harus menjalani Tes ANA (Antibodi Anti-Nuklear) dan beberapa pemeriksaan fisik lainnya. Jika Tes ANA menunjukkan hasil positif, maka kamu positif terserang penyakit autoimun.

Menurut dr. Siska Liliana Muliadi, seorang penyintas autoimun sejak tahun 2007, penyakit autoimun lebih sering menyerang perempuan dan anak-anak sejak balita karena faktor hormonal. Oleh karena itu, dia memprakarsai gerakan PUSPA yang akan berkaitan dengan Lima Dasar Hidup Sehat (LDHS). Gerakan puspa adalah gerakan untuk meningkatkan partisipasi publik untu kesejahteraan perempuan dan anak yang meliputi mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, kesenjangan ekonomi, dan perdagangan manusia.

Lalu tahukah Healthy people tentang LDHS?

LDHS diprakarsai oleh MCF bersama Kementerian pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesi (KPP-PA RI) yang meliputi :

  1. Gaya hidup sehat contohnya tidur cukup 8 jam sehari, menghindari konsumsi daging merah, makanan yang mengandung pengawet dan pemanis, makanan kaleng, mie kuning, mengganti nasi putih menjadi nasi merah, mengonsumsi makanan organik, mengonsumsi air alkali, pemeriksaan kesehatan berkala, dan menjaga kebersihan lingkungan

  2. Aktif mandiri contohnya olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari karena penyintas autoimun biasanya gak bisa terlalu lelah dan menanam bahan pangan sendiri

  3. Pengendalian stres contohnya mendekatkan diri pada Tuhan YME, manajemen waktu yang baik, dan komunikasi positif

  4. Terus belajar contohnya aktif bergabung dengan komunitas pembelajar, ketahui hak dan kewajiban pasien, ketahui informasi obat-obatan yang berkaitan dengan penyakit Autoimun, dan mengelola keuangan dengan baik

  5. Hidup positif contonya menyeimbangkan otak, bekerja cerdas, dan selalu tersenyum serta bahagia setiap saat

Jika kamu menerapkan LDHS, kamu akan bisa mengendalikan sekaligus menghindari penyakit autoimun. Seperti halnya Annisa, seorang penyintas autoimun berumur 11 tahun asal Lampung, sejak menerapkan LDHS dia mendapatkan remisi obat yang artinya dia berhenti mengonsumsi obat-obatan tetapi kamu masih positif terserang penyakit autoimun. Selain itu, saat ini dia telah menjalani transfusi darah sekali dalam 3 bulan padahal sebelumnya dia harus menjalani transfusi darah sekali dalam seminggu. 

Kembali ke Atas