Buat Si Sibuk, Coba Olah Raga Intensitas Tinggi ini

sport
Oleh Tim HaiDokter - Selasa, 9 Mei 2017

Olahraga teratur setiap hari, memang cara paling baik buat tubuh supaya tetap sehat dan bugar. Tapi seringkali Healthy People sering disibukkan dengan pekerjaan sehingga gak sempat untuk berolahraga.

Jangan sedih, MensHealth.com menyebutkan kalau sekarang muncul alternatif baru bagi mereka yang gak sempat berolahraga secara teratur. Olahraga tersebut dikenal sebagai High-intensity interval training (HIIT) atau olahraga intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Beberapa metode dari HIIT yang terkenal dari antara lain Crossfit dan Tabata. Video tentang olahraga tersebut ramai beredar di Youtube, dengan cara yang hampir sama yaitu menggabungkan olahraga intensitas tinggi dengan intensitas ringan , dan dilakukannya gak sampai satu jam.

Contohnya: Sprint (Lari cepat) selama 2 menit, lalu setelahnya jogging (lari santai) 1 menit, setelah itu sprint lagi 2 menit, diulang sampai beberapa set.

Gak cuma lari, olaharaga intensitas tinggi juga bisa dilakukan untuk jenis olahraga lainnya. Metode Tabata contohnya, menggabungkan gerakan push-up, jump squat, chin-up atau gerakan lain. Misalnya, push-up dilakukan selama 20 detik. Setelah itu ada interval untuk istirahat selama 10 detik dan dilanjutkan lagi dengan jump squat selama 20 detik. Siklus tersebut berlanjut hingga 10-15 menit.

Lalu apakah melakukan olahraga intensitas tinggi lebih efektif daripada olahraga sedang setiap hari? Sebelum melakukan olahraga intensitas tinggi, harus diketahui dulu apa tujuan kamu untuk melakukan olahraga tersebut. Kalau tujuannya untuk mengencangkan otot, meningkatkan pembakaran lemak, olahraga ini cocok untuk dilakukan. Namun, bila masih tergolong obesitas, disarankan untuk gak memilih olah raga ini, karena mungkin agak lebih sulit dan rawan cedera.

 

Buat kamu yang ingin mencoba, haiDokter punya menu nya nih! Sebagai contoh latihan, kita menggunakan latihan lari sebagai bentuk latihan yang paling gampang.

 

Lakukan latihan ini 2-3 kali dalam sepekan.

Tahap I Minggu 1-2

Sprint                      : 15 detik

Jalan cepat         : 60 detik

Ulangi dua langkah di atas selama 14 menit. Akhiri dengan sprint 15 detik.

 

Tahap II Minggu 3-4

Sprint                      : 30 detik

Jalan cepat         : 60 detik

Ulangi dua langkah di atas selama selama 17 menit. Akhiri dengan sprint 30 detik.

 

Tahap III Minggu 5-6

Sprint                      : 30 detik

Jalan cepat         : 30 detik

Ulangi dua langkah di atas selama 19 menit. Akhiri dengan sprint 30 detik

 

Tahap IV Minggu 7-8

Sprint                      : 30 detik

Jalan cepat         : 15 detik

Ulangi dua langkah di atas selama 20 menit. Akhiri dengan sprint 30 detik.

 

Supaya terhindar dari cedera, sebaiknya kamu melakukan pemanasan 2-5 menit menjelang latihan. Durasi pemanasan dan latihan HIIT harus terpisah, supaya durasi latihan HIIT kamu sesuai dengan program yang tersusun. Jangan lupa juga untuk konsultasikan ke dokter tentang kesehatan kamu, sebelum melakukan olah raga ini ya ! 

 

 

 

Sumber: MensHealth.com

 

Kembali ke Atas