Cara Menghilangkan Kebiasaan Menggigit Kuku

lifestyle
Oleh Dr. Darian Mandala Sofian - Rabu, 24 Agustus 2016

Pernahkan kamu menggigit kuku? Atau sampai sekarang kamu masih sering ngelakuin?

Kebiasaan masa kecil yang biasanya perlahan menghilang seiring bertambahnya usia ini, seringkali secara gak sadar dilakuin ketika sedang merasa bosan di kelas dan dalam situasi menegangkan seperti waktu kamu mau bertemu atasan dan ketika menonton film horor. Orang yang mengalami frustasi, kesepian dan mengalami gangguan psikologis juga sering melakukan hal tersebut.

Tapi ternyata kebiasaan menggigit kuku bisa merugikan fisik dan jiwa kamu. Kebiasaan menggigit kuku bisa menyebabkan kerusakan berat pada kuku dan kulit disekitarnya. Jari kamu akan mengalami kemerahan dan peradangan. Kulit di sekitar kuku dapat terluka dan menjadi terinfeksi. Bakteri dan virus dapat berpindah dari jari ke muka dan mulut sehingga kamu akan mudah terinfeksi berbagai penyakit. Gigi kamu juga akan rusak karena hal ini akan melemahkan gigi kamu. Kebiasaan ini untuk beberapa orang juga cukup mengganggu untuk dilihat, yang hanya akan menambah tekanan dan kecemasan kamu.

Gimana cara menghentikan kebiasaan ini?

  • Lapisi jari kamu dengan pewarna kuku yang memiliki rasa pahit, sehingga mencegah kamu untuk menggigit jari. 
  • Selalu potong pendek kuku kamu supaya kamu kesulitan mengigitnya. 
  • Lakukan perawatan manicure karena kalau kamu membayar sejumlah uang untuk membuat kuku kamu terlihat menarik, akan membuat kamu berpikir ulang untuk merusaknya. 
  • Ketika kamu sedang stress dan mengalami tekanan, hindari mengigit kuku dengan berusaha berdoa, ibadah, yoga, olah raga, meditasi, mengatur nafas, atau melakukan manajemen stress lainnya. 
  • Pasang karet gelang di pergelangan kamu, tarik dan lepaskan setiap kamu mau mengigit jari kamu. 
  • Cara terakhir, kamu dapat memakai sarung tangan atau menempelkan perban pada ujung jari kamu sehingga kamu gak bisa mengigit kuku.

Kalau cara tadi masih belum berhasil juga, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kelainan jiwa apabila hal ini berhubungan dengan kecemasan dan stress. Bisa saja ternyata kamu mengalami masalah psikologis seperti Obsessive Compulsive DisorderAttention Deficit Hyperactivity Disorder, Oppositional Defiant Disorder, Anxiety Disorder, atau Bed-Wetting yang semuanya bisa diatasi dengan konsultasi dan pengobatan. 

Kembali ke Atas