Gigi Susu, Perlukah Ditambal?

kamus penyakit
Oleh Drg. Stella Lesmana Sp.KGA - Kamis, 18 Mei 2017

“Kan masih gigi susu, Dok?” Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh orang tua saat membawa anaknya ke dokter gigi nih, Healthy People!  Gigi susu memang sering terbaikan kalau berlubang, soalnya orang tua kadang berpikir "toh nanti giginya akan tanggal..". Dibandingkan membawa anak ke dokter gigi di usia yang masih kecil dan berpotensi membuat anak rewel, lebih baik gak usah ditambal. Padahal, taukah kamu bahwa gigi berlubang pada anak juga punya resiko yang sama dengan gigi orang dewasa yang berlubang dan gak dirawat?

Gigi terdiri dari 3 lapisan yaitu email (yang kita lihat secara kasat mata berwarna putih), di bawahnya terdapat lapisan dentin dan yang terdalam adalah lapisan pulpa. Lapisan pulpa tersusun atas saraf dan pembuluh darah. Proses gigi berlubang atau karies gigi, dimulai dari lapisan paling luar yaitu email. Kalau lubang baru mencapai lapisan email, biasanya belum ada keluhan, bila mencapai dentin maka terkadang mulai terasa ngilu (biasanya saat makan) karena terdapat serabut saraf yang terhubung ke pulpa. Nah, saat sudah mencapai pulpa, akan terasa nyeri spontan yang mengganggu aktivitas, dan biasanya anak gak bisa tidur. Kalau terus dibiarkan, maka gusi akan bengkak lalu timbul seperti sariawan di gusi. Sariawan ini disebut abses, suatu kumpulan nanah produk dari bakteri. Lama kelamaan pipi anak dapat membengkak disertai demam karena infeksi. 

Semua gigi yang berlubang harus ditambal, namun jika lubang sudah mencapai lapisan pulpa, maka harus dilakukan perawatan saraf atau perawatan saluran akar untuk membersihkan bakteri yang sudah menjalar sampai ke akar gigi. Setelah itu gigi akan ditambal, tambalan terdiri dari 2 lapis. Pertama tambalan pada akar gigi, yang tadinya berisi saraf akan diisi semen supaya akarnya rapat dan gak menjadi tempat bakteri masuk. Kedua, tambalan pada mahkota gigi yang pada umumnya supaya bentuk gigi kembali utuh.

Penjalaran gigi berlubang pada anak lebih cepat mencapai pulpa, sebab lapisan emailnya lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Jika lubang sudah meluas dan sisa gigi tinggal sedikit, biasanya sulit untuk menopang tambalan, sehingga harus dilakukan pencabutan gigi. Hal ini menyebabkan gigi yang berada di sebelahnya dapat bergeser dan gigi tetap penggantinya gak punya ruangan untuk tumbuh. Maka dari itu, gigi susu juga berfungsi sebagai penuntun arah gigi tetap penggantinya untuk tumbuh. Pencabutan dini bisa menyebabkan gigi tetap mencari "tempat lain" untuk tumbuh (gigi menjadi berantakan). Namun pencabutan gigi yang terlalu dini, bisa kok diatasi dengan menggunakan alat penjaga ruangan yang disebut space maintainer, alat ini dipasang setelah pencabutan gigi susu.

American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan pemeriksaan gigi anak dimulai sejak gigi pertamanya tumbuh atau selambat-lambatnya pada ulang tahunnya yang pertama. Bawalah anak kamu ke dokter gigi untuk diperiksa sejak dini,  dan membiasakan anak dengan lingkungan dokter gigi yang umumnya dirasa menakutkan. Terkadang lubang gigi yang masih kecil memang gak kasat mata dan hanya dapat terdeteksi di dokter gigi dengan peralatan yang ada. Yuk, kita cegah gigi berlubang sejak dini, Healthy People!

Tidak ada topik.
Tidak ada topik.
Kembali ke Atas