Kenapa Bisa Skoliosis?

kamus penyakit
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Monica Harvriza - Selasa, 6 Februari 2018

Skoliosis adalah salah satu kelainan struktur tulang belakang ke arah samping. Semua orang bisa terserang skoliosis sehingga kamu mulai sekarang perlu lebih waspada dan memahami setiap jenis dan pengobatan pada skoliosis.

Skoliosis juga sering menyerang perempuan karena perempuan mempunyai resiko peningkatan besar sudut kelengkungan tulang belakang 10 kali lebih tinggi dibanding pria.

Skoliosis yang gak segera mendapatkan pengobatan bisa menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru. Pada beberapa kasus dimana kelengkungan tulang belakang lebih dari 100 derajat, kondisi tersebut bisa meningkatkan resiko kelahiran bayi prematur.

Sebuah hasil penelitian kesehatan di Amerika, Eropa, dan Asia menunjukkan kalau sekitar 1.5 – 3% populasi penduduk di dunia mengalami skoliosis dimana kelengkungan tulang belakang lebih dari 10 derajat.

Baca juga : 6 Cara Mengatasi Nyeri Punggung

Penyebab

Skoliosis sendiri bisa menyerang beberapa bagian tubuh seperti leher, dada, dan pinggang. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan skoliosis, seperti :

1.   Kongenital yang umumnya berhubungan dengan kelainan dalam pembentukan tulang belakang atau tulang rusuk kamu yang menyatu

2.   Neuromuskuler yaitu kondisi dimana terjadi pengendalian otot yang buruk yang bisa disebabkan oleh kelemahan otot atau kelumpuhan karena menderita penyakit tertentu seperti cerebral palsy, distrofi otot, polio, dan osteoporosis juvenil.

3.   Ideopotik adalah kondisi skoliosis yang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk tahu faktor penyebabnya.

Dari ketiga faktor penyebab skoliosis tersebut, skoliosis idiopatik adalah faktor penyebab terbanyak terjadinya skoliosis. Skoliosis idiopatik sendiri masih bisa dibedakan berdasarkan usia seperti :

  • Tipe infantile menyerang balita berusia 0 – 3 tahun
  • Tipe juvenile menyerang anak-anak berusia 4 – 10 tahun
  • Tipe adolescent menyerang remaja berusia 11 – 17 tahun
  • Tipe adult menyerang usia lebih dari 18 tahun

Gejala

Gejala skoliosis mudah diamati karena biasanya tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping. Selain itu, bahu atau pinggul sebelah kiri dan kanan gak sama tingginya.

Pengobatan

Kalau kamu mulai merasakan keanehan pada bagian tulang belakang kamu,kamu sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik yang menyuruh penderita untuk membungkuk ke depan sehingga dokter bisa tahu sudut kelengkungan memakai alat skoliometer.

Selanjutnya, pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebab dan derajat kelengkungan tersebut. Kalau kelengkungan kurang dari 20 derajat, biasanya kamu hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan. Tapi, kalau kelengkungan lebih dari 40 derajat, dokter biasanya akan melakukan tindakan operasi.

Buat anak-anak dimana kelengkungannya antara 25 – 30 derajat, mereka biasanya akan memakai brace (alat penyangga) untuk membantu memperlambat proses kelengkungan tulang belakang mereka.

Baca juga : Aktif Beraktivitas dengan Tulang Sehat

 

 

 

Sumber : Health First Vol 9 Januari – Maret 2010 hal 33 – 34

Kembali ke Atas