Lakukan ini Jika Bayi dan Anak-anak Gumoh

first aid
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Selasa, 15 Agustus 2017

Seringkali bayi muntah sedikit tanpa disadari setelah makan atau bahkan bersamaan dengan sendawa yang lebih sering dikenal dengan nama gumoh. Muntah yang keluar itu dalam istilah kesehatan disebut Gastroesophogeal Reflux (GER). Mungkin kamu menganggap muntah tersebut hanya kasus biasa yang menunjukkan bayi atau anak-anak terlalu kenyang. Namun, seringkali muntah tersebut juga menyebabkan menurunnya nafsu makan si bayi dan penurunan berat badan yang biasa disebut Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan harus segera konsultasi ke dokter, loh. Perbedaan GER dan GERD juga dapat dilihat dari seberapa parah dan sering bayi muntah.

Apa Penyebabnya?

Ada banyak yang menyebabkan gumoh pada bayi dan anak-anak. Penyebabnya pun gak bisa disamakan antara bayi dan anak-anak. Seringkali, penyebab gumoh pada bayi adalah saluran gastrointestinal yang gak bisa berfungsi secara optimal, namun si bayi dinyatakan sehat oleh dokter. National Digestive Diseases Information Clearinghouse seperti dilansir webmd.com menyatakan kondisi tersebut disebabkan sistem pencernaan bayi yang masih belum matang. Jika gumoh terjadi pada anak-anak, maka mungkin disebabkan oleh obesitas, makan berlebihan, mengonsumsi makanan pedas atau gorengan dan minuman kafein, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Apa Gejalanya?

Selain muntah, ada beberapa gejala lainnya diantaranya

  • Sering batuk

  • Tersedak saat minum ASI

  • Sulit makan

  • Gak bisa merasakan rasa makanan, biasanya mengeluhkan mulut mereka terasa asam terutama di pagi hari

  • Mual dan sakit perut saat makan

Bagaimana Mengatasinya?

Untuk Bayi

  • Posisi kepala saat tidur harus lebih tinggi

  • Gendong bayi dalam posisi tegak lurus selama 30 menit setelah menyusi

  • Jangan memberi makan terlalu berlebihan khususnya pada bayi yang masih menyusui

  • Cobalah memberikan makanan padat, namun harus dengan persetujuan dokter

Untuk Anak-anak

  • Posisi kepala saat tidur juga harus lebih tinggi

  • Hindari mengonsumsi makanan berkalori tinggi sepanjang hari. Kamu bisa memberikan makanan berkalori rendah dan tinggi untuk keseimbangan nutrisinya

  • Hindari memberi makanan terlalu berlebihan pada anak-anak

  • Batasi anak-anak mengonsumsi gorengan, makanan berlemak dan pedasm serta minuman kafein

  • Olahraga teratur khususnya setelah makan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : www.webmd.com

Kembali ke Atas