Mengalami Hal Ini Saat Berlari, Tandanya Kamu Dehidrasi

sport
Oleh Tim HaiDokter - Jumat, 12 Mei 2017

Olahraga lari adalah salah satu cara yang mudah untuk menjaga kebugaran tubuh. Tapi jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan kamu nih Healthy People! Soalnya, salah-salah dalam berolahraga, dehidrasi malah menyerang kamu.

RunnersWorld menyebutkan bahwa dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan –misalnya minum dan berkeringat.

Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh. Dehidrasi terjadi karena kekurangan zat natrium, kekurangan air, dan kekurangan keduanya. Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).

Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa juga berujung pada penurunan kesadaran, koma, bahkan bisa meninggal dunia. “Penyebab tersering dehidrasi diantaranya intens muntah, demam, atau berkeringat yang berlebihan,” kata Nathalie Pross, Ph.D, peneliti kesehatan dari University of Connecticut. 

Nah, kalau kamu merasakan efek negatif dehidrasi saat berolah raga berikut ini, kamu harus hati-hati ya!

  • Mulut kering. Salah satu tanda-tanda dehidrasi adalah mulut kering. Kadang-kadang di tengah-tengah aktivitas lari, dehidrasi juga bisa bikin sakit kepala.

  • Nyeri otot.  Lari dengan posisi yang benar gak akan membuat tubuh kita sakit. Namun, jika mengalami nyeri otot padahal posisi berlari kita sudah benar, bisa saja disebabkan karena kita mengalami dehidrasi.

  • Buang air kecil.  Efek negatif selanjutnya dari dehidrasi adalah saat urine yang keluar sangat sedikit ketika buang air kecil. Jika dibiarkan, tubuh berisiko menderita kerusakan ginjal.

  • Sulit berkonsentrasi. Kalau kita merasa mulai sulit fokus dan berkonsentrasi ketika berlari, itu berarti kita sedang mengalami dehidrasi. Hentikan aktivitas lari dan minumlah air sebanyak mungkin.

  • Pusing. Terkadang, tekanan darah menurun drastis akibat dehidrasi. Kalau kepala menjadi pusing dan tubuh mulai bergetar, kembalikan kondisi tubuh menjadi normal kembali dengan minum sebanyak mungkin.

  • Detak jantung lebih cepat. Dehidrasi semakin berat membuat jantung berdenyut lebih cepat. Air harus segera diminum dan jika perlu, kamu harus segera mencari bantuan medis.

  • Lelah berhari-hari. Biasanya lelah setelah lari hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi ketika kita mengalami lelah selama berhari-hari, itu berarti mengalami dehidrasi.

 

Sumber: RunnersWorld.com

 

Kembali ke Atas