Meningitis, Bukan Sakit Kepala Biasa

kamus penyakit
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Selasa, 23 Januari 2018

Anak-anak pra sekolah rentan terserang meningitis. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri pneumococcus yang banyak terdapat di dalam hidung serta tenggorokan anak, sehingga pada anak yang rentan, bisa menyebabkan beberapa penyakit serius lainnya seperti bronkitis ringan, infeksi telinga, sinusitis, sampai pneumonia yang bisa menyebabkan pasien meninggal dunia.

Meningitis adalah peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis disebabkan kuman di dalam aliran dalah menginfeksi meningen. Meningen adalah lapisan yang melapisi dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang kamu. Meningen sendiri berisi cairan otak yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan fisik.

Bakteri penyebab meningitis bisa berkembang biak secara bebas di cairan otak dan tulang punggung kamu. mereka akan melepas racun yang bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan di meningen dan otak kamu.

Gejala meningitis seperti sakit kepala, leher terasa kaku, dan gak menyukai cahaya yang berlebihan.

Meningitis juga bisa menyerang bayi yang biasanya ditandai dengan bayi rewel secara terus menerus, ubun-ubun yang membesar, dan mudah lemas. Seringkali meningitis pada bayi juga menyebabkan bayi kejang dan pingsan.

Meningitis yang gak segera mendapatkan pengobatan juga bisa menyebabkan sepsis. Sepsis pada kasus ini adalah kondisi dimana darah kamu diracuni bakteri penyebab meningitis.

Bakteri tersebut menyebabkan kebocoran pembuluh darah yang bisa menyebabkan penurunan volume darah untuk dialirkan ke organ tubuh kamu lainnya. Kondisi tersebut bisa mengganggu sistem peredaran darah dalam tubuh kamu dan meningkatkan resiko gagal jantung dan kerusakan pada organ vital dalam tubuh kamu.

Baca juga : 7 Jenis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Jadi, penting banget untuk segera konsultasi ke dokter kalau kamu mulai merasakan gejala meningitis seperti sakit kepala selama berhari-hari.

Cara mendiagnosis meningitis biasanya dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah. Cara lainnya adalah dengan mengambil sampel cairan dari tulang belakang kamu untuk mencari bakteri penyebabnya dan mengetahui antibiotik yang tepat.

Kalau kamu didiagnosis menderita meningitis, kamu biasanya harus dirawat di rumah sakit karena pemberian antibiotik dilakukan melalui infus ke pembuluh darah kamu. Kamu juga biasanya diberikan cairan untuk mencegah dehidrasi dan menyeimbangkan kadar gula dalam darah kamu.

Meningitis bisa dicegah kok dengan pemberian imunisasi. Imunisasi bisa diberikan pada bayi dan kamu yang berusia lanjut dengan kondisi kesehatan yang beresiko terserang meningitis. Sayangnya, imunisasi meningitis belum masuk program imunisasi nasional di Indonesia. Meskipun begitu, kamu bisa mendapatkan imunisasi ini di Rumah Sakit atau Pusat Pelayanan Kesehatan lainnya.

Baca juga : Fakta Vaksin Palsu


 

Sumber : Health First Vol 29, Januari – Maret 2015 hal 10 – 11

Kembali ke Atas