Penderita Diabetes, Perlukah Berolahraga?

sport
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Kamis, 29 Juni 2017

Healthy people, berapa kali kamu olahraga dalam seminggu? Kalau kamu jarang berolahraga atau bahkan gak pernah berolahraga, maka mulai sekarang kamu harus bisa mengatur waktumu buat berolahraga nih! Olahraga bermanfaat untuk kesehatan khususnya untuk yang sedang terserang penyakit diabetes tipe 2.   

Penderita diabetes tipe 2 akan sulit membakar karbohidrat menjadi energi sehingga menyebabkan banyaknya gula yang tertimbun di dalam darah. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, kebutaan, dan kerusakan organ tubuh dan saraf. 1 dari 3 penderita diabetes tipe 2 gak menyadari kalau mereka mengidap penyakit diabetes karena seringkali diabetes tipe 2 gak menimbulkan gejala apapun. Namun, tanda-tandanya mudah diamati seperti kamu mudah haus, bibir kering, nafsu makan mu sangat besar, sering kencing, dan penurunan atau kenaikan badan secara tidak normal. Oleh karena itu, kamu harus mulai mencegahnya sejak dini dengan rutin berolahraga.

Everydayhealth.com melansir bahwa sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan hanya 39% penderita diabetes tipe 2 yang rutin melakukan olahraga, sedangkan 58% lainnya gak pernah berolahraga. Sheri Colberg-Ochs, Ph.D, pendiri Diabetes Motion Academy di Santa Barbara, California, seperti dilansir Everydayhealth.com mengatakan bahwa olahraga dapat menyeimbangkan kadar gula dalam darah dan menurunkan berat badan. Sehingga, dia menyarankan untuk kamu yang berusia di atas 40 tahun dan sedang menderita diabetes tipe 2 untuk rutin berolahraga setidaknya 2-3 kali dalam seminggu.  Ada beberapa gerakan olahraga sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk tetap sehat diantaranya jogging, tai chi, yoga, berenang, weight training, dan stationary bicyling.

    Tapi, kamu juga harus rutin konsultasi ke dokter untuk gerakan olahraga yang cocok untukmu. Awalnya, kamu harus mulai berolahraga secara perlahan. Hindari olahraga yang terlalu lama durasinya. Seiring waktu, kamu bisa deh menambah durasi waktu dan intensitas olahraga kamu.

Ayo berolahraga rutin, Healthy People!

 

Sumber: everydayhealth.com

Kembali ke Atas