Penyakit "Menyeramkan" Sindrom Steven Johnson

kamus penyakit
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Jumat, 12 Januari 2018

Pernah gak sih Healthy people melihat informasi tentang “penyakit aneh” di koran, majalah, atau sosial media?

Penderita “penyakit aneh” ini biasanya ditandai dengan kondisi yang menyeramkan dimana seluruh bagian tubuh sampai wajah penderita termasuk mata, hidung, dan bibir mendadak tampak terkelupas, hitam dan berdarah.

Beberapa asien ini mengalami penyakit tersebut justru setelah ke dokter, sehingga terkadang si pasien juga merasa menjadi korban malpraktik. Kondisi ini masih menjadi kondisi langka buat masyarakat, ya karena masih sedikit masyarakat yang mengenal tanda-tanda kondisi ini.

Faktanya, kondisi menyeramkan tersebut dalam dunia medis disebut Sindrom Steven Johnson. Sindrom Steven Johnson bukanlah “penyakit aneh” walaupun kondisi pasien terkadang memang “menyeramkan” bagi sebagian orang.

Presentasi angka kematian yang disebabkan sindrom ini pun cukup tinggi yaitu 5 – 18%. Para dokter spesialis kulit dan kelamin menyimpulkan kalau Sindrom Steven Johson adalah penyakit darurat dalam bidang ilmu kesehatan kulit dan kelamin.

Baca juga : 3 Penyakit "Aneh" yang Membuat Dokter Bingung

Penyebab

Sindrom Steven Johnson ditemukan oleh Steven dan Johnson di tahun 1922. Penyakit ini disebabkan alergi obat-obatan.

Jenis obat apapun bisa menimbulkan alergi pada beberapa orang seperti antipiretik (parasetamol), antibiotika, sulfa, carbamazepin, barbiturat, atau dilantin.

Jadi, penting banget untuk memperhatikan petunjuk konsumsi obat atau konsultasi ke dokter terlebih dulu untuk sebelum mengonsumsi obat apapun. Kalau kamu menemukan tanda-tanda alergi setelah kamu mengonsumsi obat tertentu, kamu harus segera konsultasi ke dokter biar gak menimbulkan gejala yang lebih parah. Kamu juga harus selalu memberi tahu dokter kamu mengenai obat-obatan yang dapat menyebabkan kamu mengalami alergi.

Gejala

Gejala Sindrom Steven Johnson biasanya ditandai dengan :

  • Munculnya bercak-bercak disertai darah di kulit kamu

  • Bibir terkelupas dan berdarah

  • Kulit alat vital kamu lepuh dan terkelupas

  • Munculnya bercak merah

  • Kulit terkelupas

  • Konjungtivitis (radang selaput bola mata)

  • Demam 39 – 40 derajat

  • Mudah lesu

  • Sakit kepala

  • Sakit tenggorokan

Gejala tersebut bisa timbul dengan cepat dalam waktu 1 – 2 hari setelah kamu mengonsumsi obat. Kalau kamu merasakan gejala tersebut, maka kamu harus segera berhenti mengonsumsi obat tersebut dan segera ke dokter.

mer : Perubahan Mr. P Seiring Bertambahnya Usia

Dokter biasanya akan segera memberikan obat anti alergi dosis tinggi dalam jangka pendek saja untuk menghilangkan gejala-gejala yang muncul. Seiring berjalannya waktu, dosis obat anti alergi pun akan dikurangi.



 

Sumber : Health First Vol 8 Oktober – Desember 2009 hal 23 – 24

Kembali ke Atas