Psikopat vs Sosiopat, Apakah Kamu Salah Satunya?

lifestyle
Oleh Rindi Velarosdela / Tim HaiDokter - Selasa, 10 Oktober 2017

10 Oktober diperingati sebagai World Mental Health Day. Nah, berhubungan dengan kesehatan jiwa, kamu pernah dengar istilah Psikopat dan Sosiopat gak sih? Saat mendengar kata psikopat, kamu pasti berpikir tentang pembunuhan dan hal mengerikan lainnya. Apakah kedua istilah tersebut sama?

Gak ada definisi khusus untuk psikopat ataupun sosiopat. Dokter pun lebih suka memakai istilah gangguan kepribadian untuk keduanya. Pada dasarnya, psikopat dan sosiopat berbeda, tapi mempunyai ciri khas yang sama. Ciri khas keduanya diantaranya :

  • Sedikit memiliki atau gak memiliki perasaan bersalah

  • Sulit untuk mengerti orang lain

  • Sulit berbagi perasaan ke orang lain

Media cetak atau elektronik selalu menggambarkan sosok psikopat dan sosiopat sebagai sosok yang jahat, suka membunuh dan menyiksa orang lain tanpa perasaan bersalah. Nyatanya, beberapa psikopat dan sosiopat mungkin memang sesuai dengan penggambaran tersebut, tapi ada juga yang gak sesuai. Mereka cenderung menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Ibaratnya nih, mereka sedang meningkatkan karir atau posisi pekerjaan mereka, namun mereka gak akan sungkan menyakiti atau merugikan orang lain untuk mencapai posisi puncak.

Perbedaan pertama adalah hati nurani. Psikopat gak punya hati nurani, loh. Contohnya, seorang psikopat bisa saja berbohong gak mencuri uang padahal dia telah mencuri uang. Seorang psikopat gak akan merasa bersalah. Sedangkan seorang sosiopat masih punya hati nurani. Seorang sosiopat sadar kalau mencuri uang adalah prilaku yang dilarang. Dia pun menyesal saat melakukannya, tapi dia gak bisa mengendalikan dirinya untuk terus melakukannya.

Perbedaan kedua adalah sulit mengenali psikopat. Seorang psikopat bisa terlihat pintar, cerdas, mempesona, dan pintar dalam mengekspresikan sesuatu. Seorang psikopat bisa berprilaku seolah-olah mereka menyukai kamu, tapi nyatanya mereka sama sekali gak peduli. Mereka pintar memanipulasi situasi untuk kepentingan mereka sendiri. Psikopat bisa membuat sebuah rencana yang bagus dan berhati-hati untuk mendapatkan apa yang mereka mau walaupun harus menjatuhkan orang lain. Apabila orang melihat darah atau kekerasan di televisi, maka detak jantungnya dan frekuensi nafasnya semakin cepat. Sedangkan seorang sosiopat gak bisa mengekspresikan mimik wajah dan perasaan dengan baik. Kamu bisa melihat dengan mudah apakah seorang sosiopat menyukai kamu atau gak. Psikopat bisa bertindak apapun tanpa memikirkan akibatnya untuk orang lain.

Nah, untuk kamu yang punya masalah atau ingin curhat tentang apapun, kamu bisa nih curhat ke ibunda dengan mengunjungi ibunda

 

 

 

 

 

 

 

sumber : www.webmd.com

Kembali ke Atas