Seberapa Perlu Suplemen dan Multivitamin?

nutrisi diet
Oleh Tim HaiDokter - Kamis, 4 Mei 2017

Semua orang pastinya gak asing lagi dengan “suplemen dan multivitamin.” Bahkan menurut data dari Centers for Disease Control –atau CDC, pada 2016, 40% dari seluruh penduduk AS, baik pria maupun wanita, pada kelompok usia produktif ternyata rutin mengonsumsi suplemen dan multivitamin.

Gak jarang, seseorang mengonsumsi berbagai jenis suplemen dan multivitamin dalam satu hari. Tujuannya pasti beragam. dari memenuhi asupan vitamin dan mineral supaya terhindar dari sakit, sampai meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahkan ada juga yang percaya dengan mengonsumsi suplemen ini, bisa membuat tubuh lebih awet muda! Tapi benarkah semua ini? Benarkah dengan mengonsumsi suplemen multivitamin secara rutin akan memberikan manfaat buat tubuh? Perlukah kita semua berbondong-bondong minum suplemen dan multivitamin?

Yuk cari tahu jawabannya di sini!

Kenali Suplemen dan Multivitamin

Suplemen! Sekarang ini banyak banget iklan produk yang mengimingi tentang kelebihan produknya masing-masing. Biarpun berbeda-beda, satu yang mereka katakan: “Makanan pokok saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi, apalagi dengan keadaan lingkungan modern dan lifestyle yang tidak menunjang gaya hidup sehat.”

Disinilah suplemen mulai berperan. Tetapi, suplemen manakah yang harus kita pilih?

Sebuah suplemen disebut memiliki kandungan multivitamin apabila mengandung tiga atau lebih kandungan vitamin dan mineral, yang dikemas dalam bentuk kapsul/tablet/pil/cairan. Menurut data CDC, sekarang sudah banyak dijual secara bebas suplemen dengan kandungan multivitamin dan mineral, mulai dari campuran vitamin B kompleks, campuran antara vitamin B dan vitamin C, dan mineral lainnya mulai dari kalsium, kalium, magnesium, dan zinc. Komposisi nutrisi pada masing-masing suplemen berbeda-beda. Sehingga, pengguna suplemen harus memerhatikan takaran gizi pada label komposisi produk untuk mengetahui berapa banyak jumlah vitamin dan mineral yang terkandung dalam setiap kapsul/tablet/pil/sendok.

Sedangkan, para ahli-ahli gizi menggunakan takaran Recommended Daily Intake (RDI) yang dirilis oleh Food and Drug Administration (FDA) –standar yang dugunakan oleh USA, sebagai acuan nilai jumlah konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh individu sehat.

Suplemen sebenarnya adalah asupan tambahan dari makanan. CDC menyebutkan: Keberadaan suplemen gak bisa menggantikan makanan pokok. Biarpun sudah mengonsumsi suplemen, tetap saja kamu harus menjaga gizi dari makanan pokok yang kamu makan.

Nah, suplemen apa saja yang bisa kita temukan di pasaran? Baca di Artikel ‘Kenali Jenis Suplemen di Pasaran’. 

 

Sumber: Centers for Disease Control

Kembali ke Atas