Selama Hamil, Olahraga Apa?

sport
Oleh Tim HaiDokter - Rabu, 21 Desember 2016

Siapa bilang kalau hamil gak boleh berolahraga? Rutin berolahraga saat hamil bermanfaat buat mengurangi morning sickness, menguatkan jantung, menguatkan otot, dan melancarkan peredaran darah. Namun, ada beberapa catatan spesial yang harus kamu atau ibu hamil lain perhatikan brkaitan dengan jenis olahraga yang dipilih:

  1. An-Aerobik. Tidak Disarankan.

Olahraga An-aerobik yang membutuhkan tenaga dan usaha yang besar tidaklah disarankan. Aerobik diperbolehkan apalagi untuk kamu atau ibu hamil yang sudah terbiasa olahraga sejak sebelum hamil. Pilihlah low impact (rendah benturan) dan stop bila merasa capek.

  1. Bulutangkis. Diperbolehkan.

Olahraga ini diperbolehkan di awal kehamilan dan kalau kondisi ibu hamil dalam keadaan bugar. Usahakan untuk menghindari pertandingan.

  1. Basket, Futsal, Sepak Bola, Hoki, Netball. Tidak Disarankan.

Karena olahraga jenis ini berisiko adanya kontak fisik, dan tabrakan, hingga jatuh sehingga sebaiknya dihindari selama kehamilan.

  1. Tenis, Squash. Tidak Disarankan.

Tergolong berisiko karena termasuk olahraga aktif, banyak hentakan dan gerakan tiba-tiba, rawan jatuh dan cedera akibat keseimbangan terganggu. Kalau harus, hati-hati selama permainan, pelan, santai, gak bertanding dan sebaiknya dilakukan dengan teman/ganda.

  1. Tinju, Judo, Karate, Silat. Tidak Disarankan.

Adanya risiko kontak fisik dan cedera membuat olahraga jenis ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

  1. Bersepeda. Diperbolehkan.

Bila kondisi ibu sehat, gak menderita tekanan darah tinggi, diabetes, atau sedang mengandung bayi kembar, yuk.. bersepeda!

  1. Gym. Tidak Disarankan.

Risiko cedera dari jenis olahraga ini terlalu besar, jadi sebaiknya diganti dengan jenis olahraga lain.

  1. Jogging, Jalan Kaki. Diperbolehkan.

Kalau sudah terbiasa, tetapkan target yang realistis, mulai dengan perlahan, dan perhatikan kesanggupan tubuh dan perhatikan tanda-tanda kelelahan.

  1. Yoga, Pilates. Diperbolehkan.

Berlatih yoga dan pilates rutin selama kehamilan dipercaya memudahkan persalian kelak. Tapi, sebaiknya hindari jenis yoga tertentu seperti ashtanga dan hatha.

  1. Berenang. Diperbolehkan.

Berenang ternyata banyak manfaatnya loh buat ibu hamil mulai dari relaksasi sampai melancarkan peredaran darah. Sebaiknya, hindari gaya kupu-kupu sebab banyak hentakan dan banyak menggunakan tenaga dan otot perut. Pakai gaya dada, gaya bebas, dan gaya punggung.

 

Ibu hamil sebaiknya menghindari jenis olahraga yang punya usaha tinggi, risiko cedera tinggi dan adanya benturan atau hentakan karena dikhawatirkan mengganggu kesehatan janin. Namun, apapun olahraga yang kamu sukai selama hamil, ada baiknya untuk berkonsultasi dulu dengan dokter kamu. Jadi, selama melaksanakan olahraga bisa tetap fokus dan tenang.

Kembali ke Atas