Sexsomnia, Gangguan Tidur Langka

sex education
Oleh Rindi Velarosdela / dr. Darian Mandala Sofian - Kamis, 16 November 2017

Kamu pernah tahu istilah sexsomnia gak? Namanya mungkin mirip dengan insomnia, karena faktanya sexsomnia adalah salah satu bentuk gangguan tidur. Selama ini, kamu mungkin udah tahu beberapa gangguan tidur seperti insomnia, sleepwalking, dan sleep apnea. Sleepwalker melakukan aktivitas seperti berjalan, memasak, ataupun kegiatan lainnya dalam keadaan tidur. Sama halnya dengan sleepwalking, sexsomnia adalah gangguan tidur dimana penderitanya berhubungan seksual dalam keadaan tidur.

Kamu mungkin belum terlalu kenal dengan gangguan tidur seperti ini karena masih sedikit orang yang mengalami sexsomnia. Michael Mangan, Ph.D, seorang Professor Psikologi di University of New Hampshire di Durham bependapat kalau sexsomnia bukan hanya tentang prilaku berhubungan sosial, tapi juga bisa nih dalam bentuk suara seolah-olah sedang berhubungan seksual. Hem...sedikit vulgar ya? Data statistik kesehatan sendiri mencatat kalau sebagian besar penderita adalah remaja yang hampir mendekati usia dewasa. Selain itu, penderitanya pun sebagian besar adalah cowok. Tapi, gak menutup kemungkinan juga nih kalau cewek juga bisa mengalami sexsomnia.

Sexsomnia sendiri bisa memberikan efek positif sekaligus negatif. Efek positifnya adalah bisa membantu kamu yang mungkin mempunyai masalah seksual. Tapi, kamu juga harus tahu nih kalau sexsomnia juga bisa memberikan efek negatif seperti kamu bisa membuat pasangan kamu merasa lelah dan menimbulkan sentimen negatif tentang kehidupan seksual bersama pasangan.

Sampai sekarang, masih belum penelitian kesehatan khusus yang menyebutkan penyebab pasti sexsomnia. Tapi, ada satu teori yang menyebutkan kalau tidur berdua dengan lawan jenis atau berdesak-desakan bisa jadi salah satu pemicu sexsomnia. Ada beberapa penelitian lainnya yang juga menyebutkan kalau konsumsi alkhohol, obat-obatan, mudah lelah, dan stres juga bisa jadi pemicu. Tapi, kamu jangan khawatir kalau kamu atau pasangan kamu penderita sexsomnia, karena sexsomnia bisa diobati. Kamu bsia konsultasi kesehatan mental pada dokter, menjaga pola tidur, menerapkan pola hidup sehat khususnya kamu yang mempunyai segudang aktivitas dalam sehari, dan hindari konsumsi obat-obatan dan alkhohol. Singkatnya sih, sexsomnia memang masih tergolong gangguan tidur yang langka, tapi bukan berarti kamu harus menjauhi penderitanya.

 

 

 

 

 

sumber : www.everydayhealth.com

Kembali ke Atas