Trik Mudah Hidup Seimbang

nutrisi diet
Oleh Tim HaiDokter - Jumat, 12 Mei 2017

Memilih setiap makanan yang akan dikonsumsi, memerhatikan jumlahnya dan disiplin makan hanya pada jam makan saja , memang menjadi langkah awal dalam menerapkan hidup seimbang.

Dilansir dari Health.com, ternyata salah satu cara menerapkan pola hidup seimbang adalah dengan mengatur asupan makan. Dengan kedisiplinan seperti ini, tubuh sendiri yang bakal  menyesuaikan dan membiasakan diri untuk cuma makan makanan sehat. Tubuh manusia memerlukan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi setiap organ tubuh. Jadi, jangan sembarangan mengonsumsi makanan, sebaiknya coba deh mulai hidup seimbang dengan menerapkan 3J yaitu jenis, jumlah, dan jam yang tepat.

 

JENIS

Pemilihan jenis makanan yang sehat akan berpengaruh pada kesehatan Kamu. Dalam sehari, untuk memenuhi gizi yang seimbang , kita harus mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Setiap zat gizi ini ada di dalam jenis makanan yang berbeda-beda. Jadi, perhatikan kandungan zat yang terkandung di dalam makanan, supaya kamu lebih gampang dalam mengatur menu makanan yang akan diasup.

 

Karbohidrat. Ini merupakan sumber energi atau kalori utama buat tubuh. Karbohidrat bisa ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Ada dua macam karbohidrat, yaitu karbohidrat komplek dan karbohidrat sederhana. Karbohidrat komplek memberikan energi yang lebih lama bagi tubuh karena diserapnya secara perlahan oleh tubuh.

 

Lemak. Kandungan yang biasa disebut dengan lipid ini, menghasilkan energi paling banyak di antara zat gizi makro lainnya dan merupakan bentuk utama simpanan energi tubuh. Lemak juga membantu tubuh buat menyerap vitamin yang larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K.

Banyak sumber makanan yang mengandung lemak dengan jumlah yang berbeda-beda. Sumber lemak tidak jenuh yang sehat misalnya adalah minyak zaitun, canola, kacang kedelai, jagung, sunflower, kacang, dan minyak sayur lainnya; mentega bebas lemak trans; kacang-kacangan, kecambah, dan alpukat; juga ikan berlemak seperti salmon. Nah, Pola konsumsi yang yang terlalu rendah lemak, yaitu kurang dari 20% kalori, bisa meningkatkan risiko gak cukupnya asupan vitamin E dan asam lemak esensial.

 

Protein. Ini adalah komponen struktural utama dari jaringan lunak, organ, dan otot. Asam amino yang terkandung di dalam protein diperlukan untuk menghasilkan dan memelihara selaput sel, hormon, sel darah, sel tubuh, kekebalan, dan enzim yang penting untuk proses tubuh seperti pencernaan makanan. Protein banyak terdapat dalam sumber makanan hewani dan nabati.

Ikan, unggas, dan telur juga sumber protein penting. Ikan kaya dengan lemak omega 3. Ayam dan kalkun juga merupakan sumber protein yang baik dan rendah lemak jenuh. Kacang-kacangan kering, kacang-kacangan polong, kacang-kacangan, kedelai dan biji-bijian utuh (whole grains) adalah contoh sumber nabati.

 

Vitamin dan mineral. Walaupun cuma dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, vitamin dan mineral merupakan zat gizi yang cukup penting bagi tubuh. Vitamin dan mineral banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayuran.

Konsumsi sayur dan buah secara rutin dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke, melindungi dari berbagai jenis kanker, tekanan darah yang normal, dan banyak penyakit lainnya. Mineral seperti kalsium bisa didapatkan pada produk susu. Kebutuhan vitamin D yang gak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari dapat dipenuhi dengan suplementasi vitamin D.

 

JUMLAH

Nah ini dia, perlu diketahui kalau jumlah kalori yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia dan aktivitasnya. Mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalori dapat membantu mempertahankan berat sehat. Pencapaian berat sehat adalah tindakan menyeimbangkan antara jumlah kalori yang masuk dengan jumlah kalori yang dikeluarkan untuk aktivitas dan proses metabolisme sehari-hari.

Selain kalori, zat gizi lain yang perlu diperhatikan adalah makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Sebelum kamu menentukan jumlah kebutuhan makronutrien dan mikronutrien, kamu perlu mengetahui kebutuhan kalori tubuhmu dalam sehari.

 

JAM

Masih banyak ditemukan perdebatan tentang kapan kamu harus makan. Apakah sebaiknya makan sering dengan porsi kecil atau makan hanya satu-dua kali sehari dengan porsi besar? Apakah sebaiknya gak sarapan, atau malah jangan pernah melewatkan sarapan? Masih sedikit penelitian yang telah dilakukan mengenai frekuensi makanan dan efeknya terhadap kesehatan.

Namun, diketahui bahwa frekuensi makan yang sering mempunyai dampak positif terhadap hasil pemeriksaan laboratorium darah terutama kolestrol LDL, kolestrol total, dan insulin. Frekuensi makan yang sering juga membantu untuk menurunkan rasa lapar, meningkatkan tingkat metabolisme basal, dan memperbaiki kontrol nafsu makan dibandingkan dengan frekuensi makan 1-2 kali sehari dalam porsi besar.

Makanlah tiga kali sehari untuk mendistribusikan asupan zat gizi dalam sehari. Jika diperlukan, kamu bisa makan makanan selingan berupa buah atau makanan lain, sebagai bagian dari kebutuhan kalori tersebut.

 

Sumber: health.com

Kembali ke Atas