Warming Up VS Cooling Down

sport
Oleh Dr. Galuh Maharani - Kamis, 15 Desember 2016

Healthy people, siapa yang tidak mengenal istilah ‘warming up’ dan ‘cooling down’ dalam olahraga. Keduanya merupakan ritual wajib sebelum dan sesudah melakukan olahraga apapun. Meskipun begitu, masih banyak lho yang tidak tahu fungsi sebenarnya warming up dan cooling down, salah gerakan, atau bahkan tidak melakukan kedua ritual ini sama sekali tiap berolah raga. Wah, jangan sampai ya, HealthyPeople!

Warming up atau pemanasan berfungsi sesuai dengan namanya, untuk ‘memanaskan’ atau mempersiapkan tubuh sebelum masuk ke sesi olahraga inti. Gerakan-gerakan pemanasan biasanya bersifat kardio atau dinamis, yang akan meningkatkan denyut jantung dan metabolisme tubuh, sehingga tubuh dapat membakar lemak dan meningkatkan kinerja otot.

Yang perlu kamu tau, bahwa gerakan stretching atau peregangan sebenarnya tidak disarankan untuk dilakukan dalam warming up, karena malah akan meningkatkan risiko cedera saat berolah raga. Stretching sebaiknya dilakukan pada saat cooling down atau pendingingan. Agar otot dan persendian yang mencapai kerja maksimal dalam olahraga inti dapat kembali dilemaskan dan dikembalikan ke posisi fisiologisnya sehingga kekakuan dan nyeri otot pasca olah raga dapat dicegah. Selama cooling down jangan lupa untuk mengatur napas agar detak jantung kembali normal ya Healthypeople. Dijamin setelah itu tubuh akan merasa jauh lebih segar. Selamat mencoba ! 

Kembali ke Atas